Kolose 3:12-17. 3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan

23 Tudo o que fizerem, façam de todo o coração, como para o Senhor, e não para os homens, 24 sabendo que receberão do Senhor a recompensa da herança. É a Cristo, o Senhor, que vocês estão servindo. Leia o capítulo completo Colossenses 3 Esta passagem em outras versões da Bíblia23 E tudo quanto fizerdes, fazei-o de coração, como ao Senhor, e não aos homens,24 sabendo que do Senhor recebereis como recompensa a herança; servi a Cristo, o Almeida Revista e Atualizada23 E, tudo quanto fizerdes, fazei-o de todo o coração, como ao Senhor e não aos homens,24 sabendo que recebereis do Senhor o galardão da herança, porque a Cristo, o Senhor, Almeida Revista e Corrigida

Minggu Paskah 2Stola Putih. Bacaan 1: Kisah Para Rasul 2 : 14a, 22 – 32. Bacaan 2: 1 Petrus 1 : 3 – 9. Bacaan 3: Yohanes 20 : 19 – 31. Tema Liturgis: GKJW Bangkit Bersama Kristus. Tema Khotbah: Perjumpaan Yang Mengubahkan. Penjelasan Teks Bacaan: (Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)
Renungan Harian Kolose 3 23-24 Renungan Harian Kolose 3 23-24. Bayangkan Anda melakukan pekerjaan dari jam 900 pagi sampai 500 malam. Pada hari Sabtu dan menerima uang Rp. kemudian Anda melihat orang tua Anda memberikan uang kepada saudara kandung Anda untuk pekerjaan selama satu jam. Anda akan sangat sedih, bukan? Itulah situasi dalam perumpamaan yang diceritakan Yesus dalam Matius 20. Didorong oleh pertanyaan egois Petrus tentang imbalan dalam Matius 19, Yesus memberi tahu para murid-Nya sebuah kisah tentang seorang pemilik tanah yang kaya yang memiliki kebun anggur. Pagi-pagi sekali, dia setuju untuk membayar beberapa buruh upah sehari yang adil untuk bekerja di kebun anggurnya. Sepanjang hari, pria itu mempekerjakan pekerja tambahan, pada jam 900 pagi, tengah hari, jam 300 sore, dan bahkan jam 500 sore. Ketika matahari terbenam, dia memanggil semua orang untuk membayar mereka. Dimulai dengan pekerja yang bekerja paling sedikit, ia memberi semua orang satu dinar koin mewakili upah satu hari. Ketika para pekerja yang bekerja dua belas jam sehari menerima jumlah yang sama, mereka mulai menggerutu. Mereka pikir mereka pantas mendapatkan lebih. APAKAH ARTINYA? Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Matius 20 13-16. Tanggung jawab kita adalah menggunakan karunia dan kemampuan yang telah Tuhan berikan kepada kita dengan rasa syukur dan bersyukur atas imbalan surgawi. Bagaimanapun, Tuhan tidak berhutang apa-apa kepada kita. Daripada membandingkan diri kita dengan orang lain atau mengeluh tentang keadaan kita dalam kehidupan, kita harus melayani Tuhan dengan sukacita, mengingat berkat-berkat kekal yang menanti semua orang yang dengan setia melayani dia. LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN? Ketika Anda melakukan pekerjaan, sediakan waktu untuk naikkan doa syukur kepada Tuhan untuk banyak berkatnya bagi Anda. TAHUKAH ANDA? Para murid akan cukup akrab dengan kebun anggur karena anggur adalah tanaman penting di Israel kuno. Renungan Harian Kolose 3 23-24 baca juga Bahan Cerita Sekolah Minggu Ester 2 1-23 Ester menjadi Ratu Perbuatan untuk Tuhan. Oleh: Pdt. Nathanael Channing. Kolose 3:23-25. Tidak ada motivasi yang kuat, teguh, memberi arahan dan tuntunan ke jalan yang benar, dan terus memberi semangat juang yang gigih seperti motivasi yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Kolose, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti
Sepenuh Hati Mentari telah terbit lagi di Timur. Tanda datangnya pagi dan berlalunya malam. Selamat pagi ibu-bapak, oma-opa dan saudararaku yang baik. Puji syukur, Tuhan mengijinkan kita masih menikmati hari yang baru. Bahan refleksi harian Kolose 323 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusiaKolose 323 Saudaraku, suatu waktu ada seorang pengemis yang setiap hari meminta sedikit beras kepada orang yang lalu lalang. Jika malam tiba, ia tidur di tikarnya. Hasil mengemis hanya cukup untuk dimakan di malam hari dan uang buat membeli kayu bakar untuk memasaknya. Dia menjalani hidup seperti itu setiap hari, sampai ia mendengar kabar Raja akan datang ke kotanya. “Tentunya Raja adalah pria yang baik dan suci”, pikiranya. “Dia pasti akan memberiku beragam hadiah bagus. Dia tidak akan cuma memberiku segenggam beras”. Keesokan hari, si pengemis duduk di jalur yang akan dilalui Raja. Suara iring-iringan raja terdengar. Tatkala kereta kuda Raja mendekat, ia maju dan hendak meminta belas kasihan. Di luar dugaannya, sang Raja turun dari kereta, menghampiri dan menyapanya dengan hangat dan rendah hati. Kemudian meminta sedikit beras kepadanya. Ia terkejut dan amat kecewa. Dia miskin dan selalu berjuang untuk hidup malah dimintai bukan diberi. Raja yang berkuasa dan kaya raya malah meminta sedikit dari beras yang dia punya. Dengan ragu, kesal dan kecewa ia berikan berasnya. Ia hitung ada lima butir beras diberikannya kepada Raja. Raja menerima dengan syukur dan berterima kasih, lalu melanjutkan perjalanan. Malamnya, si pengemis menyiapkan makan. Ia melihat ada yang berkilauan di antara berasnya. Ya, ada butiran emas. Dia mengorek lagi, ditemukan lagi empat butiran emas lainnya. Dia memikirkan kembali pertemuannya dengan raja. Ternyata, untuk setiap butir dari lima butir beras yang diberikannya, ia mendapatkan emas sebagai gantinya. Raja telah membalas pemberian yang dilakukannya ragu-ragu dan hati kesal. “ Betapa kejam dan bodohnya diriku. Seandainya saja aku memberikan semua beras yang kumiliki kepada raja”. Saudaraku, tindakan seseorang tidak selalu sepenuh hati. Bisa juga diwarnai keraguan. Ragu-ragu apakah yang dilakukannya hal yang benar. Bisa juga ragu-ragu, apakah tindakannya bermanfaat atau tidak. Terutama tindakan yang diperbuatnya bisa menimbulkan pro dan kotra. Bisa berakibat pada hal setuju atau tidak. Baru setelah tahu hasilnya positif, kesadaran yang murni muncul. Contohnya, Di masa pandemi ini, masih ada dan banyak orang yang awalnya setengah hati untuk divaksin. Bahkan, ada yang mengajak orang lain memprovokasi. Baru, setelah merasakan manfaatnya, sadar divaksin itu sungguh penting dan perlu. Untuk itulah, rasul Paulus memotivasi atau memberi dorongan kepada orang Kristen di Kolose, untuk hal baik maka yang kita perbuat bukan buat manusia tapi untuk Allah. Jadi, atasilah keraguan dalam berbuat baik. Kita berdoa Tuhan, karena Engkau di setiap jaman dan kasih hadir tanpa dapat dihalangi waktu. Ajarlah kami berdoa dan berharap di setiap waktu. Kami juga berdoa buat para balita dan anak-anak. Kami percaya mereka semua hidup dalam kasih-Mu. Jadikan rasa syukur dan kegembiraan hati beserta mereka di hari ini. Tuhan, Kami serahkan mereka yang mengalami pergumulan hidup. Hiburkan dan kuatkan mereka. Kami serahkan mereka yang sakit, baik dirawat di rumah maupun di rumah sakit. Tolonglah mereka satu persatu. Dan hati mereka menjadi lega karena pertolongan-Mu. Seluruh doa ini, kami minta mohonkan dalam nama Yesus. Amin. Oleh Pdt. Supriatno Refleksi Harian Kolose 323
I. Pamuhai. Selamat Paskah ma dihita saluhut na ! Hamu angka dongan na hinaholongan tarlumobi dohot natinobus ni Tuhanta Jesus Kristus. Tapuji ma Tuhanta naung paloashon ngolunta marlas ni roha sahat tu sadarion, tarlumobi manghalashon Pesta Hamonangan ni Tuhan Jesus Kristus i ma na ginoaran “Pesta Paskah”. Tung tangkas do di endeta i na Kolose 3:18-19 Konteks. 23; lihat cat. --> 1Tim 2:13. Ilustrasi Khotbah Ekspositori Gambar Resource Bacaan Alkitab Harian The Bible Project . 379 418 486 328 473 385 252 271

khotbah kolose 3 23